Archive for the Uncategorized Category

Teladan ” Presiden Iran “

Posted in Uncategorized on Januari 30, 2011 by yettiasnita

berawal berita di tivi, mengenai curhatnya seorang pemimpin tentang gajinya yang tak kunjung naik… hingga beberapa waktu kemudian muncullah nama tokoh ini dalam berita.. berhubung kelemahanku adalah kurangnya pengetahuan sejarah akan tokoh2 hebat, jadilah ku cari tokoh ini. muncul blog lenijuwita berisi ulasan buku berJudul “Ahmadinejad, David di Tengah Angkara Goliath Dunia” ini, Terbitan Himah Teladan, kelompok Mizan.
insya allah nanti saya akan memiliki buku ini.
begini ulasan dari blog lenijuwita.

Dan kini ada Ahmadinejad, seorang tokoh in reality! Seberapa sederhanakah beliau ini? Let me tell you. Berikut ini saya kutipkan sebagian dari yang saya baca dari buku tersebut. Konon ketika beliau sudah menjabat sebagai walikota Teheran yang memiliki populasi lebih besar daripada Jakarta ia masih tampil dengan sepatu yang bolong-bolong. Ia menyapu jalanan Teheran dan bangga dengan itu. Sampai sekarang pun ia masih tampil dengan kemeja lengan panjang sederhana sehingga jika kita tidak mengenalnya dan bertemu dengannya kita tidak akan pernah mengira bahwa beliau adalah seorang presiden. Ya presiden dari sebuah negara besar. Baca lebih lanjut

puisi kehidupan

Posted in Uncategorized on Agustus 5, 2010 by yettiasnita

Waktu pun terus berlalu
Di setiap serpihan masa lalu
Dalam sebuah kenangan ttg diriku
Di setiap goresan luka di tubuhku
Di setiap luka yang tertinggal di hatiku
Jadilah kuat seperti puncak mahameru

– Go Date –

31 Juli 2010

berhenti menjadi gelas

Posted in Uncategorized on April 16, 2010 by yettiasnita

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Baca lebih lanjut

Jika Tuhan Bersenda Gurau

Posted in Uncategorized on Maret 11, 2010 by yettiasnita

-by Miranda Risang Ayu-

Anda sedang jatuh cinta? Selamat. Mungkin, dedaunan tiba-tiba lebih hijau dari biasanya. Atau, tanpa sadar, diri anda menjadi lebih bersinar. Jatuh cinta yang baik, kabarnya, membuat seseorang menjadi lebih hidup, lebih bersemangat, bahkan juga, lebih pengasih, lebih mudah memaafkan, dan lebih tegar menghadapi masalah. Seorang mahasiswi yang tengah jatuh cinta bahkan pernah merasa bahwa pepohonan rimbun menuju kampusnya, yang ia lewati belasan kali dalam seminggu, dengan motor, kepadatan jadwal, dan kebisuan yang sama, tiba-tiba mengirimkan tasbih, yang bergemuruh bersama desir angin.

Dalam perpektif positif, cinta, seperti pesan yang tersirat dalam doa agung sang rasul ketika akan menikahkan putri kesayangannya, mengumpulkan semua yang berserak diantara dua subjek. Cinta menawarkan totalitas. Maka, dunia yang pernuh warna bisa tiba-tiba menjadi jingga semua.
Indah bukan? Baca lebih lanjut

hmmm…

Posted in Uncategorized on Maret 10, 2010 by yettiasnita

seneng banget liat ini… ;) )

Baca lebih lanjut

bahagia…(…ku)

Posted in Uncategorized on Januari 20, 2010 by yettiasnita

‘Manusia itu tidak standart’, itu yang akhirnya juga ku akui kini..

Bahagia… menjadi tujuannya, tp bukan akhir karena akhir itu sudah pasti dan sudah di goreskanNYA. dari tulisan yang pernah saya baca dan di perkuat dari sebuah buku berjudul The Way to Happiness -Bahagia adalah sebab bukanlah akibat justru karena dengan bahagia kita akan merasa dicintai, dengan bahagia kita dapat menikmati kenyamanan tempat tinggal, dengan bahagia bahkan kita dapat melihat keindahan mendung dan sisi positif badai hidup ini.

kembali ke ‘manusia itu tidak standart’ disini adalah Baca lebih lanjut

Sepenggal cerita

Posted in Uncategorized on Februari 20, 2009 by yettiasnita

sunset1Dunia maya itu nyata. Senyata apa yang di rasa. Inilah jawaban dari kebutuhan saya untuk memiliki seseorang yang bisa diajak berbagi segala hal, dan saya yakin Dia selalu menyediakan jiwa dan pikirannya