Archive for the CERPEN Category

lupa judul… sangat menginspirasi

Posted in CERPEN on Agustus 15, 2010 by yettiasnita

Hmmm, lg rapi2in file tiba2 ada file berisi cerpen ini, biasa lah…saya baca , suka -trus CoPas d… tp yang ini kenapa saya lupa CoPas URL-nya ya….sampai judulnya pun lupa… mungkin Cinta desa atau cinta gadis desa, duh…! Bener2 lupa. Alhamdulillah nama si Penulisnya sempet ter copy “Azti Arlina” semoga aja yg punya ini cerita nemu blog ini… langsung comment d disini *_^.

Sangat menginspirasi…

Yuk simak…..

……

Oleh : Azti Arlina

Siapa yang tak sakit ditolak cintanya? Apa lagi untuk Gadis, yang tak pernah sembarang membuka hatinya kepada setiap pria. Dia selalu menyimpan rapi cintanya, disiapkan untuk seorang pangeran, yang belum pernah dia temukan sam sekali dalam hidupnya. Bukanya sang Gadis sulit mencintai seseorang. Baca lebih lanjut

Cinta 2 ( respon atas Cinta 1 )

Posted in CERPEN on Agustus 5, 2010 by yettiasnita

7  Shafar  95 H
Kufah  –  Iraq

Untukmu Ananda tercinta Abula bin Awwalid

Assalamu alaikum Abu*( nama hanya rekaan), semoga engkau selalu di lindungi Allah dalam setiap langkah kakimu, aku yang disini yang selalu menunggu pagi datang, aku yang selalu merindukan bila malam telah datang, bila khafilah dari syam datang aku yang selalu mencari kabar tentangmu, tentang peperangan yang terjadi di sana, aku yang selalu dalam kecemasan dan kerindukan yang mencekam untuk selalu dalam sujudku untuk selalu berdoa untukmu, wahai pujaan hati yang merindukan kemuliaan dan mati syahid. Baca lebih lanjut

Cinta 1

Posted in CERPEN on Agustus 5, 2010 by yettiasnita

Cerita pendek yang ku ambil ( biasa… untuk nambahin koleksi cerita di blog ini ) dari “ Go Date ” , suka banget mari kita simak.

14 Muharram 94 H
Samarkand – Andalusia

Untukmu Aisyah binti Ziyad

Assalamu alaikum wahai adinda Aisyah*( nama hanya rekaan), apa kabar dengan ayah dan keluargamu di sana, dan sampaikan salam ku kepada ayahanda bila kau bertemu dengannya. Dan kabar kan abu baik – baik saja disini.  Maaf kalau aku tak bisa mengutarakannya langsung kepadamu dan maaf bila caranya harus seperti ini… dan hari ini aku memberanikan diriku mengabarkan berita kepadamu.

Setelah penaklukan Samarkand, ananda di minta oleh kalifah untuk menjadi amir di wilayah Samarkand, ananda mendapat tugas mulia untuk menyebarkan agama Islam disini, dengan kejujuran, keteladanan, dan kearifan. Dan menjaga wilayah taklukan dari serangan musuh – musuh Islam. Baca lebih lanjut

Ujian Saringan 3 Lapis

Posted in CERPEN on Mei 21, 2010 by yettiasnita

Sungguh cerita ini begitu menjadi sangat berharga buat ku, cerita ini aku ambil ( CoPas ) dari FB Kumpulan Cerita Penuh Hikmah. semua ceritanya bagus -kenapa dan ada apa dengan cerita yang satu ini Ujian saringan 3 Lapis ? sungguh, mulut tanpa sadar bisa sangat tajam bahkan lebih tajam dari sebilah pisau.

ya Allah…

selamatkan aku dan keluargaku dari segala perbuatan yang merugikan orang lain……amin

mari kita simak ceritanya…

Ujian Saringan 3 lapis

Di jaman Yunani kuno, Dr. Socrates, seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena memiliki pengetahuan yang sangat dijunjung tinggi. Suatu hari seseorang berjumpa dengan ahli filsafat terkemuka tersebut dan berkata,” Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?”

“Tunggu sebentar,” jawab Dr. Socrates. Baca lebih lanjut

Lidah

Posted in CERPEN on Februari 25, 2010 by yettiasnita

Rena memang sudah tak kuat lagi menghadapi mertuanya yang cerewet. sepertinya ia akan resmi berpisah dengan suaminya, gara-gara perempuan tua itu. Berkat anjuran sejumlah temennya ia datang kepada orang pinter! Tewaskah mertuanya setelah diracun? siapa orang pinter itu sebenarnya?

…..Cerpen ini ditulis mas : Ahmad Rofiq, dimuat di Kompas Minggu 24 Januari 2010

Matahari telah muncul di timur. Cahaya kuning menyeruak dan menguasi permukaan langit. Bola api raksasa itu merangkak mendaki hingga sepenggalah ketinggiannya. Biasanya di waktu seperti itu Rena sudah berada di dapur. Memasak atau mencuci tumpukan piring kotor. Tapi tidak di pagi itu. Saat itu dia merasakan tubuhnya capek dan kepala agak pening. Maka dia masih tiduran di dalam kamar.
Di luar kamar, terdengar ibu mertuanya sibuk mengomel. Sesekali juga terdengar perempuan tua itu membentak-bentak.
”Dasar ayam pemalas. Sepagi ini masih nyekukruk, seperti ayam gering (sakit). Sana keluar cari makan!”
”Wuttt, glontang, klotakkk, brukk!” bunyi sepotong kayu dilempar.
”Sial, dia lagi-lagi menyindirku,” umpat Rena dalam hati.

Baca lebih lanjut