Cinta 2 ( respon atas Cinta 1 )

7  Shafar  95 H
Kufah  –  Iraq

Untukmu Ananda tercinta Abula bin Awwalid

Assalamu alaikum Abu*( nama hanya rekaan), semoga engkau selalu di lindungi Allah dalam setiap langkah kakimu, aku yang disini yang selalu menunggu pagi datang, aku yang selalu merindukan bila malam telah datang, bila khafilah dari syam datang aku yang selalu mencari kabar tentangmu, tentang peperangan yang terjadi di sana, aku yang selalu dalam kecemasan dan kerindukan yang mencekam untuk selalu dalam sujudku untuk selalu berdoa untukmu, wahai pujaan hati yang merindukan kemuliaan dan mati syahid.

Wahai ananda Abu, telah sampai kepadaku tentang kabar tentangmu sebelum surat ini sampai di tanganku, kini aku membaca suratmu yang telah sampai kepadaku, adinda tak percaya, dan tak menyangka, kini adinda hanya menangis tak percaya, telah jatuh air mata ini, air mata kerinduan ku kepada ananda, air mata yang tak kan pernah berubah menjadi kebahagiaan, tapi jatuh berderai atas kesedihan dan kekecewaan, adinda kini percaya bila takdir cinta tak memihak kepadaku, wahai ananda Abu, adinda menangis berharap penghuni langit akan menangis untuk adinda,  atas kepeliluan hati yang meledak karena kerinduan cinta, kini ledakannya adalah tangis kesedihan dan kepiluan …

Wahai ananda Abu, semoga engkau bahagia di sana, dan semoga keluargamu sakinah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, adinda disini hanya dapat merelakan engkau untuk dirinya, dan adinda pun berharap ananda Abu dapat berkunjung lagi ke Kufah, ayahanda baik – baik saja kabarnya, ayah sampaikan salamnya untuk pamanmu di sana, dan ayahanda menerima keputusan ananda Abu di sana, semoga ananda Abu sehat selalu…

Dan aku pun merangkai kata untukmu wahai Ananda Abu yang tercinta

Kapal berlayar ke negeri seberang
Taklukan tanah yang tak mengenal Tuhan
Untuk kemuliaan hidup dan kemuliaan akan syahid
Lelaki pujaan menyerbu dalam kehormatan

Telah ku tunggu bila fajar kan datang
Bersabar semoga rembulan cepat – cepat pulang
Dinginnya malam dalam kerinduan yang dalam
Aku menjerit dalam hati keikhlasan

Kini datang kapal yang bersandar membawa dagangan
Kabar kesedihan bagai derasnya gelombang
Aku percaya pada surat yang telah datang
Aku pasrah dan sabar dalam pilihan

Untukmu adinda yang tersayang
Inilah laut yang memisahkan cinta
Kejamnya ombak menghancurkan janji –janji untuk pulang
Aku bahagia untukmu di seberang lautan

Cinta ku akan ku kembalikan pada bintang – bintang …
Hatiku akan ku titipkan pada rembulan …

Ananda Abu, semoga kita dapat bertemu kembali …

Wassalamu alaikum
Aisyah binti Ziyad

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: