Cinta 1

Cerita pendek yang ku ambil ( biasa… untuk nambahin koleksi cerita di blog ini ) dari “ Go Date ” , suka banget mari kita simak.

14 Muharram 94 H
Samarkand – Andalusia

Untukmu Aisyah binti Ziyad

Assalamu alaikum wahai adinda Aisyah*( nama hanya rekaan), apa kabar dengan ayah dan keluargamu di sana, dan sampaikan salam ku kepada ayahanda bila kau bertemu dengannya. Dan kabar kan abu baik – baik saja disini.  Maaf kalau aku tak bisa mengutarakannya langsung kepadamu dan maaf bila caranya harus seperti ini… dan hari ini aku memberanikan diriku mengabarkan berita kepadamu.

Setelah penaklukan Samarkand, ananda di minta oleh kalifah untuk menjadi amir di wilayah Samarkand, ananda mendapat tugas mulia untuk menyebarkan agama Islam disini, dengan kejujuran, keteladanan, dan kearifan. Dan menjaga wilayah taklukan dari serangan musuh – musuh Islam. Ananda tidak diperkenankan untuk pulang kembali ke Kufah.

Ananda di minta untuk membangun wilayah Samarkan yang telah hancur oleh peperangan dan mendirikan pemerintahan disini untuk memperkuat daerah taklukan dan membangun masyarakat muslim disini, apa lagi ananda mendengar bahwa setalah penaklukan, khalifah akan memimpin pasukan untuk menyerbu masuk ke wilayah kekuasaan raja Frank.

Aisyah aku harus katakan kepadamu bahwa aku harus menikah dengan seorang putri raja disini, aku pun tak bisa menolaknya, ketika Samarkand telah jatuh ke tangan kaum muslimin, keluarga kerajaan musuh menjadi tawanan dalam peperangan, atas nasihat dan pendapat paman ananda Qutaibah bin Muslim*(panglima perang pembebas Samarkand 93 – 94 H / 711 – 712 M), ananda bermaksud untuk menikahi salah satu putri raja Fernidand* disini.

Paman ananda berpendapat bahwa penaklukan militer juga harus didukung dengan penaklukan secara budaya dan ekonomi, dan ananda di minta untuk menikahinya dengan harapan, rakyat Samarkand dapat di taklukan melalui pendekatan pernikahan, dan ini juga akan meleburkan orang – orang arab untuk menikahi gadis – gadis Samarkand.

Aisyah dalam lubuh hatiku, aku katakan kepadamu, bahwa cinta ku kepadamu tak kan surut oleh waktu, tak kan lekang oleh jaman, aku mencintaimu Aisyah, tapi aku pun juga harus menjalankan permintaan untuk menikahi putri raja untuk kebaikan agama. Aisyah telah ku sampaikan kepada air yang mengalir betapa dalam perjalanan dan peperangan ini aku begitu merindukanmu dan telah ku sampaikan kepada mentari, betapa cinta ini membakar jiwa dan hatiku dalam ketulusan dan kesabaran untuk dapat bersatu dan bertemu denganmu lagi

Ku kirimkan syair cintaku untukmu …

Debu – debu yang terbang di antara kaki – kaki kuda
Pedang yang terhunus dalam kesetiaan
Kuda – kuda yang berlari menerjang
Panah – panah yang menancap di dada

Aku yang berperang untuk kemuliaan agama
Dalam kehormatan sebagai seorang perajurit perang
Dalam kerinduanku sebagai seorang lelaki
Untuk kembali pulang demi kekasih yang ku cintai …

Tapi apa yang terjadi
Mentari tak kan terbit di barat
Malam pun takkan panas oleh sinar sang bulan
Cinta ku di bawa lari oleh sang rindu – rindu malam

Aku percaya atas takdir percintaan
Dan kini aku percaya cinta tak penting dalam bayangan
Cinta yang tulus akan ada di dalam kenangan
Dalam perjalanan Kufah dan Samarkand

Adinda Aisyah walau aku akan menikah di sini, percayalah di hatiku hanya kamu perempuan yang ku cintai, demi agamaku dan demi ayah bundaku, kelak kita kan bertemu lagi Aisyah. Bila surat ini telah sampai kepadamu, maka maafkan lah aku yang tidak menunggu jawabanmu dari suratku ini, karena setelah aku menulis surat ini kepadamu, tak lama lagi aku telah resmi menikah dengannya. Dan semoga kau pun mendapatkan lelaki pujaan hatimu. Dan aku akan selalu berdoa untuk yang terbaik untukmu.

Aisyah, insya Allah kelak aku kan kembali ke Kufah untuk mengunjungimu …

Wassalamu alaikum
Abula bin Awwalid

Iklan

2 Tanggapan to “Cinta 1”

  1. wheresagaru Says:

    terimakasih ^^ atas postingannya

  2. puisi ya indah….

    jgn lupa mampir ke blog ku ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: